Langkah Besar Pemkot Jambi Atasi Sampah, TPS Ditutup dan OPBM Dijalankan

Zonabrita – Pemerintah Kota Jambi semakin serius membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat(OPBM). Dipimpin langsung Wali Kota Jambi Maulana, Pemkot Jambi resmi menutup permanen tiga Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah titik strategis kota, Sabtu (23/05/2026).

Tiga TPS yang ditutup tersebut berada di TPS RT 06 dan RT 08 Jalan H.A. Roni Sani, Kelurahan Handil, Kecamatan Jelutung, TPS Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo (depan Mitra Bangunan), serta TPS Kelurahan Sungai Putri Kecamatan Danau Sipin.

Penutupan TPS itu turut dihadiri jajaran OPD, camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga para ketua RT. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Pemkot Jambi dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat dan tertata.

Di hadapan masyarakat, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pola lama pembuangan sampah tidak lagi relevan untuk Kota Jambi yang terus berkembang. Menurutnya, keberadaan TPS yang meluber hingga ke badan jalan bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit.

“TPS ini sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah. Luapannya sampai ke jalan, sementara ini kawasan protokol yang harus bersih dan nyaman dipandang. Karena itu kita tutup permanen dan akan kita ubah menjadi ruang yang lebih indah, bisa taman atau fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, melalui program OPBM, sistem pengelolaan sampah akan dialihkan menjadi berbasis lingkungan dan masyarakat, mulai dari pengangkutan sampah rumah tangga menggunakan bentor untuk diantarkan ke depo sampah, penguatan TPS 3R, hingga pengembangan bank sampah di setiap wilayah.

“Kita ingin mengubah pola pikir masyarakat. Sampah bukan hanya dibuang, tapi harus dikelola. Di Alam Barajo ini sudah ada TPS 3R dan bank sampah. Nantinya sampah dijemput langsung dari rumah ke rumah oleh masyarakat sendiri melalui OPBM, dibantu program BKBK dan Kampung Bahagia,” ujarnya.

Maulana juga menekankan bahwa tahap berikutnya adalah melakukan pemilahan sampah bernilai ekonomi agar dapat menjadi sumber manfaat baru bagi warga.

“Sampah yang punya nilai ekonomi akan dipilah. Ini bukan hanya mengurangi beban biaya pengelolaan sampah, tetapi juga bisa menjadi tabungan sampah bagi masyarakat. Kalau gerakan ini berjalan maksimal, Kota Jambi akan menjadi kota yang lebih bersih, sehat dan modern,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan OPBM membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, dirinya memilih turun langsung memimpin gerakan tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah.

“Kalau bukan sekarang kita mulai, kapan lagi? Ini gerakan bersama. Saya sebagai kepala daerah memimpin langsung program ini karena persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua Forum RT Kelurahan Simpang Rimbo, Asliman. Ia memastikan seluruh pengurus RT siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program OPBM di lingkungan masyarakat.

“Kami Forum RT siap mendukung penuh program OPBM dan terus menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Saat ini kami sudah memiliki tiga bentor untuk menjemput sampah warga dari rumah ke rumah,” ujar Asliman.

Ia mengungkapkan, respon masyarakat terhadap program tersebut sangat positif karena persoalan sampah yang selama ini dikeluhkan perlahan mulai teratasi.

“Masyarakat sangat mendukung karena dampaknya langsung terasa. Lingkungan jadi lebih bersih dan pengelolaan sampah lebih tertib. Kami optimis program ini akan berhasil jika dijalankan bersama-sama,” pungkasnya.(*)