Strategi Baru Pemkot Jambi: Tutup TPS Liar, Perkuat Sistem Depo Transfer”

Zonabrita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi memulai langkah masif dalam menata estetika kota dan kesehatan lingkungan melalui penutupan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di pinggir jalan protokol. Langkah strategis ini dibarengi dengan peluncuran sistem Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sebagai solusi permanen penanganan limbah rumah tangga.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., memimpin langsung aksi penutupan TPS di kawasan Simpang Royal, Kelurahan Jelutung, pada Jumat pagi (01/05/2026). Penutupan ini menjadi tonggak awal kebijakan penghapusan titik pembuangan sampah terbuka yang selama ini dinilai mengganggu pemandangan serta menimbulkan aroma tidak sedap di ruang publik.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa transformasi sistem ini merupakan respons atas dinamika pertumbuhan penduduk yang pesat. Ia menilai kapasitas TPS konvensional di pinggir jalan tidak lagi relevan dengan volume sampah saat ini dan justru sering menjadi titik penumpukan yang tidak terkendali.

“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kolektif. Dahulu TPS mungkin memadai, namun seiring padatnya permukiman dan jumlah penduduk, sistem lama harus kita tinggalkan. Kita perlu perubahan konsep yang menyeluruh,” tegas Maulana.

​Melalui gerakan “Kota Jambi Bersih” dan program Kampung Bahagia, pemerintah mengalihkan mekanisme pembuangan dari sistem warga mengantar menjadi petugas menjemput. Di Kecamatan Jelutung saja, sebanyak 1.200 kepala keluarga kini mulai terlayani oleh armada motor sampah (bentor). Petugas akan menyisir permukiman warga untuk menjemput sampah langsung dari depan rumah, kemudian membawanya ke depo transfer untuk dikelola lebih lanjut.

“Dengan sistem OPBM, sampah akan dijemput dari rumah ke rumah dan ditransfer ke depo sampah. Secara bertahap, TPS di pinggir jalan, termasuk titik pembuangan liar, akan kita tutup total,” tambah Wali Kota.

​Guna memastikan alur distribusi sampah berjalan lancar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota turut menginspeksi sejumlah depo transfer strategis, mulai dari kawasan Pasar Mama Mayang, depan Pasar Angso Duo, Kantor Camat Telanaipura, hingga Pasir Putih. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung sebelum sampah diproses lebih lanjut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Maulana mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada dukungan dan kesadaran masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk menghentikan praktik membuang sampah sembarangan dan mulai mengikuti jadwal penjemputan resmi yang telah disediakan oleh operator OPBM.

​Pemerintah Kota Jambi optimistis, dengan penguatan armada pengangkut dan optimalisasi fungsi depo transfer, persoalan sampah dapat tertangani secara efektif, berkelanjutan, dan mampu mengembalikan keasrian wajah Kota Jambi. (Red)