Mendiagnosis Wajah Kota Jambi: Preskripsi ‘The Doctor’ Menuju 625 Tahun Tanah Pilih Pusako Batuah
Oleh: Moch Idris
Jurnalis Jambi
Tanah Pilih Pusako Batuah saat ini tengah menapak pada persimpangan zaman yang sangat menentukan. Di tengah persiapan besar menyambut Hari Jadi ke-625 dan HUT Kota Jambi ke-80, sebuah fenomena kepemimpinan menarik perhatian kita semua. Sebagai kuli tinta yang setiap hari membedah denyut nadi sosial di lapangan, kami melihat duet Dr. Maulana dan Diza Hazra Ajosha membawa warna baru yang segar dalam satu tahun kepemimpinan mereka. Kami tidak sekadar melihat pergantian nakhoda di Balai Kota, melainkan sebuah transformasi mendalam tentang bagaimana pemerintah menyapa dan merawat warganya. Fenomena ini kami rangkai dalam cerminan sosok “The Doctor”, sebuah identitas yang bukan sekadar gimik visual, melainkan kristalisasi dari cara Sang Dokter mendiagnosis, mengobati, dan melakukan operasi bedah terhadap persoalan-persoalan klasik yang selama ini menyumbat kemajuan Kota Jambi.
Kepemimpinan Sang Dokter bergerak di atas tiga pilar utama yang tertuang dalam setiap langkah kebijakannya: Healing Minds, Saving Lives, Honesty, dan Care. Dalam kacamata jurnalistik, pilar-pilar ini bukan sekadar pemanis retorika politik, melainkan kompas moral dalam birokrasi. Healing Minds atau menyembuhkan pikiran adalah upaya sistematis Pemerintah Kota untuk menghapus skeptisisme publik terhadap birokrasi yang kaku. Melalui program Kampung Bahagia yang ikonik, Maulana-Diza mengembalikan kepercayaan diri warga di tingkat RT dengan mengucurkan dana stimulan Rp100 juta per RT. Langkah ini secara efektif menyembuhkan rasa apatis masyarakat dan mengubahnya menjadi optimisme kolektif untuk membangun kota dari unit terkecil. Warga kini tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang menentukan arah kemajuan lingkungannya sendiri.
Pada sisi lain, Saving Lives atau menyelamatkan nyawa termanifestasi dalam kebijakan perlindungan sosial yang sangat progresif bagi kaum pekerja. Kami mencatat langkah berani Balai Kota dalam memberikan jaminan sosial gratis (Jamsostek) kepada 3.000 pekerja rentan, mulai dari marbot masjid, pengurus rumah ibadah, hingga pekerja sosial. Ini adalah bentuk nyata dari keberpihakan pemimpin yang memahami bahwa keamanan kerja adalah hak dasar yang harus dijaga oleh pemerintah. Ditambah lagi dengan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang menyentuh angka 100 persen, pemerintah memastikan tidak ada lagi warga Jambi yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena persoalan biaya. Sang Dokter benar-benar membawa stetoskop kepemimpinannya untuk memastikan detak jantung kesehatan warga tetap stabil dan terlindungi dari risiko finansial yang tak terduga.
Integritas yang terangkum dalam kata Honesty tecermin dari transparansi data ekonomi yang dipaparkan ke publik secara jujur. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi pada 6 April 2026, kondisi ekonomi kota ini berada pada jalur yang sangat sehat. Perekonomian Jambi tahun 2025 tumbuh meyakinkan sebesar 4,93 persen, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB Provinsi Jambi yang mencapai angka fantastis Rp349,66 triliun. Sebagai jurnalis, kami mengapresiasi keberanian pemerintah dalam menyajikan data PDRB per kapita yang menunjukkan posisi Kota Jambi sebagai barometer kesejahteraan tertinggi di tingkat provinsi. Kejujuran data ini menjadi basis bagi kebijakan yang tepat sasaran, memastikan tren ekonomi yang stabil di rentang 4-5 persen pada tahun 2026 tetap terjaga melalui penguatan sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung kota.
Pilar Care atau kepedulian menjadi jembatan emosional yang meruntuhkan tembok pembatas antara penguasa dan rakyat. Kita melihat kepedulian ini bukan dalam bentuk seremonial belaka, melainkan dalam respons cepat terhadap isu-isu kemanusiaan. Dalam setahun ini, Balai Kota menyalurkan lebih dari 130.000 paket bantuan sosial bagi anak yatim dan warga kurang mampu melalui kolaborasi cerdas bersama Forum CSR dan Baznas. Kepedulian ini juga menyentuh sektor pendidikan melalui pemberian beasiswa dan bantuan tunai lewat Dinas Pendidikan, memastikan tidak ada tunas muda Jambi yang harus putus sekolah karena kendala ekonomi keluarga. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Balai Kota kini hadir sebagai pengayom yang hangat, yang mendengarkan keluhan rakyatnya dengan empati seorang dokter kepada pasiennya.
Digitalisasi menjadi alat bedah utama Maulana-Diza dalam merombak layanan publik yang selama ini sering dikeluhkan lambat dan berbelit. Kehadiran Aplikasi JAGA menjadi bukti nyata bagaimana teknologi digunakan untuk memangkas jarak antara rakyat dan pemimpinnya. Melalui aplikasi ini, warga Jambi bisa melaporkan segala sumbatan layanan, mulai dari tumpukan sampah liar hingga lampu jalan yang padam, secara langsung dari genggaman ponsel mereka. Ini adalah bentuk transparansi radikal di mana masyarakat diajak untuk ikut mengawasi kinerja pemerintah secara real-time. Aplikasi JAGA mengubah pola komunikasi satu arah menjadi dialog dua arah yang konstruktif, menciptakan ekosistem birokrasi yang lebih responsif, akuntabel, dan transparan di tengah modernitas kota yang terus melaju.
Persoalan menahun seperti banjir dan sampah juga mendapat penanganan medis yang jauh lebih serius dan terukur. Kami mengamati Pemerintah Kota mulai beralih dari kebijakan tambal sulam menuju solusi yang lebih permanen. Normalisasi Sungai Asam dan Sungai Kambang, yang dipadukan dengan optimalisasi sistem pompa air di titik-titik rawan, mulai menunjukkan hasil nyata dengan berkurangnya durasi genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi. Di sektor lingkungan, Kota Jambi naik kelas dengan keberhasilan pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo yang kini mendapatkan apresiasi nasional karena mampu menghasilkan energi gas metana untuk rumah tangga sekitar. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tengah berjalan menjadi sinyal kuat bahwa Jambi sedang bertransformasi menjadi kota hijau yang cerdas, yang tidak hanya membuang limbah tetapi mengolahnya menjadi keberkahan ekonomi bagi warga.
Keberhasilan program BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) juga patut mendapat sorotan tajam sebagai upaya penguatan sumber daya manusia. Dengan melatih ribuan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri perdagangan dan jasa yang sedang tumbuh, Balai Kota sedang menyuntikkan “vitamin” bagi ketahanan ekonomi jangka panjang. Hal ini berjalan selaras dengan peluncuran Klinik UMKM yang membantu pengusaha lokal naik kelas ke ekosistem digital. Pertumbuhan ekonomi yang stabil tersebut tidak jatuh dari langit, melainkan hasil dari sinergi antara kebijakan makro yang tepat dan penguatan ekonomi mikro di tingkat kampung. Semua ini bermuara pada satu tujuan besar: memastikan kebahagiaan warga Jambi bukan sekadar mimpi di atas kertas, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung di depan pintu rumah mereka masing-masing.
Memasuki usia ke-625 tahun bagi Tanah Pilih dan ke-80 tahun bagi Pemerintah Kota Jambi, tantangan memang belum sepenuhnya sirna dari ufuk. Kita masih harus berhadapan dengan dinamika ekonomi global yang tidak menentu dan persoalan tata ruang yang kompleks. Namun, satu tahun kepemimpinan Maulana-Diza telah memberikan fondasi diagnosa yang sangat akurat. Mereka telah meletakkan resep kebijakan yang berorientasi pada manusia, menempatkan martabat dan kebahagiaan warga di atas segalanya. Sebagai jurnalis, kami akan terus mengawal proses penyembuhan dan pembangunan kota ini dengan sikap kritis namun tetap objektif. Kami akan tetap menjadi mata dan telinga bagi publik, memastikan bahwa setiap poin dalam visi “Jambi Bahagia” benar-benar terlaksana dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.
Satu tahun ini hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang menuju kesejahteraan yang hakiki. Sang Dokter telah melakukan operasi besar terhadap banyak sektor yang selama ini dianggap “sakit”, dan kini Kota Jambi tengah berada dalam masa pemulihan menuju kejayaan yang lebih besar. Harapan kita bersama adalah agar momentum pertumbuhan ekonomi yang stabil ini tetap terjaga, dan kepedulian sosial yang telah terbangun dengan indah tidak pernah luntur oleh waktu. Pada hari jadi yang sakral ini, mari kita jadikan capaian setahun ini sebagai bahan bakar semangat untuk terus bergerak maju. Jambi tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pintar secara intelektual, tapi juga pemimpin yang punya hati untuk merawat, telinga yang sabar untuk mendengar, dan tangan yang kuat untuk bekerja nyata. Selamat Ulang Tahun, Kota Jambi. Teruslah tumbuh menjadi rumah yang membahagiakan bagi semua, di bawah penjagaan pemimpin yang tulus melayani masyarakat dari lubuk hati yang terdalam. (Red)















