FC Koja Segel Takhta Juara Gubernur Cup 2026: Akhiri Penantian, Ukir Sejarah di Stadion Swarna Bhumi

Zonabrita.com – Drama, air mata, dan sorak-sorai kemenangan pecah di Stadion Swarna Bhumi, Pijoan. Tim Football Club Kota Jambi (FC Koja) resmi menahbiskan diri sebagai raja sepak bola Provinsi Jambi setelah menumbangkan perlawanan sengit kesebelasan Kabupaten Merangin pada laga final Gubernur Cup 2026, Minggu sore (25/01/2026).

​Kemenangan ini tidak hanya sekadar menambah koleksi trofi, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya penantian panjang Kota Jambi yang terakhir kali mencicipi gelar juara pada tahun 2022 silam.

Peluit babak pertama yang ditiup wasit langsung memicu tempo permainan tinggi. FC Koja, di bawah instruksi dingin pelatih bertangan dingin Saktiawan Sinaga, langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi menekan sejak menit awal membuahkan hasil instan. Baru sembilan menit laga berjalan, tribun penonton bergemuruh saat Khusni Mubarak merobek jala gawang Merangin melalui sepakan terukur yang gagal diantisipasi kiper lawan.

​Namun, Merangin bukanlah lawan yang mudah menyerah. Tertinggal satu gol justru membakar semangat tim asal Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut. Memasuki menit ke-20, Bima Sakti membalas tuntas lewat aksi individu yang ciamik, mengubah papan skor menjadi imbang 1–1. Skor ini bertahan hingga wasit menyudahi babak pertama.

Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan kian memanas. Kedua tim saling jual beli serangan dengan fisik yang mulai terkuras. Meski beberapa peluang emas tercipta di mulut gawang, pertahanan disiplin dari kedua kesebelasan membuat skor kacamata tetap bertahan hingga waktu normal berakhir.

Ketegangan memuncak saat laga harus ditentukan melalui babak adu penalti. Ribuan pasang mata di stadion seolah menahan napas saat satu per satu eksekutor melangkah ke titik putih. Di tengah tekanan mental yang luar biasa, penendang terakhir FC Koja, Amabel (nomor punggung 44), tampil sebagai penentu nasib.

​Dengan langkah tenang dan sorot mata fokus, Amabel melepaskan tendangan yang menghujam keras ke pojok gawang. Gol! Skor penalti berakhir 5–4 untuk kemenangan FC Koja. Sontak, seluruh ofisial dan pemain cadangan berlarian ke tengah lapangan merayakan kemenangan dramatis tersebut.

Laga final ini terasa kian istimewa dengan kehadiran para petinggi daerah. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Wakil Gubernur Drs. H. Abdullah Sani, S.Pd.I., M.Pd.I., tampak antusias menyaksikan jalannya laga dari tribun kehormatan.

​Dari kubu Kota Jambi, dukungan penuh datang langsung dari Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG. Tak ketinggalan, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang mengawal langsung tim sebagai Manajer FC Koja, tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya saat trofi juara dipastikan jatuh ke tangan mereka.

​Kemenangan ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Stadion Swarna Bhumi Pijoan. Untuk pertama kalinya, stadion ini menjadi saksi bisu partai puncak Gubernur Cup, sebuah simbol kemajuan infrastruktur olahraga di Jambi.

Usai pengalungan medali, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen tim. Baginya, kemenangan ini adalah kado indah bagi masyarakat Kota Jambi.

​“Alhamdulillah, hari ini kita keluar sebagai juara setelah cukup lama menantikan prestasi ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, tim pelatih, ofisial, manajer, serta semua pihak yang telah mendukung penuh FC Koja,” ujar Maulana dengan nada bangga.

Lebih lanjut, Maulana menekankan bahwa esensi dari Gubernur Cup melampaui sekadar trofi. “Kalah dan menang itu hal biasa dalam olahraga. Yang terpenting adalah bagaimana turnamen tahunan ini mampu melahirkan bibit-bibit pemain potensial. Kita melihat banyak talenta muda Jambi yang memiliki potensi besar sepanjang turnamen ini,” tambahnya.

Keberhasilan FC Koja tahun ini tak lepas dari jargon yang mereka usung sejak awal: Menang, Solid, dan Bahagia. Manajer tim, Diza Hazra Aljosha, menyebutkan bahwa keharmonisan tim adalah kunci utama mereka mampu melewati tekanan di partai final.

​“Kami sangat bangga. Prestasi yang telah lama dinantikan ini akhirnya berhasil kita bawa pulang. Sejak awal, kami optimistis dengan komposisi pemain yang ada, namun kami tidak menjadikannya beban. Kami bermain dengan rasa bahagia dan soliditas yang tinggi,” ungkap Diza.

Gelar juara ini semakin mempertegas status Kota Jambi sebagai barometer prestasi di tingkat provinsi. Di bawah kepemimpinan Maulana-Diza, sektor olahraga khususnya sepak bola kembali bergairah. Kemenangan di Stadion Swarna Bhumi ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi FC Koja untuk terus berprestasi di kancah yang lebih luas di masa depan.

Dengan semangat yang menyala, FC Koja kini tidak hanya menjadi juara di lapangan hijau, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan persatuan bagi seluruh warga Kota Jambi. (*)