Ekonomi Kota Jambi Melaju: Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp399 Miliar
Zonabrita.com – Geliat roda ekonomi di Kota Jambi menunjukkan performa yang sangat impresif pada pembukaan tahun anggaran 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pemerintah Kota Jambi, realisasi investasi pada kuartal pertama (Januari-Maret) tahun ini berhasil menembus angka Rp399 miliar. Angka tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 25 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 yang tertahan di angka Rp311 miliar.
Kenaikan nilai modal masuk sebesar Rp80 miliar ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan indikator kuat bahwa iklim usaha di ibu kota Provinsi Jambi ini semakin kompetitif dan dipercaya oleh para pemilik modal. Pertumbuhan yang melampaui ekspektasi ini sekaligus memvalidasi efektivitas kebijakan penyederhanaan birokrasi dan transformasi digital dalam sistem perizinan yang digencarkan pemerintah daerah belakangan ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Abu Bakar, menjelaskan bahwa struktur investasi pada awal tahun ini didominasi oleh sektor-sektor strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat perkotaan. Sektor perdagangan dan jasa masih menjadi motor utama penggerak investasi, disusul oleh sektor perumahan yang tumbuh pesat seiring meluasnya kawasan hunian baru di pinggiran kota.
Selain itu, sektor konsumsi dan transportasi juga menunjukkan kontribusi yang signifikan. Ekspansi ritel modern, menjamurnya industri kuliner kreatif, hingga modernisasi armada transportasi logistik menjadi bukti bahwa daya beli masyarakat Kota Jambi berada dalam tren yang stabil dan cenderung meningkat.
“Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, baik lokal maupun nasional, terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan di Kota Jambi. Mereka melihat Jambi bukan lagi sekadar kota transit, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera bagian tengah,” ujar Abu Bakar saat memberikan keterangan resmi di kantornya, Minggu (26/04/2026).
Pemerintah Kota Jambi menekankan bahwa keberhasilan menarik minat investor harus berdampak langsung pada kesejahteraan akar rumput. Abu Bakar menegaskan bahwa setiap aliran modal yang masuk membawa efek domino yang positif, terutama dalam penciptaan lapangan kerja baru. Dengan banyaknya unit usaha baru yang beroperasi, penyerapan tenaga kerja lokal diharapkan mampu menekan angka pengangguran secara signifikan.
“Investasi adalah kunci utama dalam mendorong pemerataan pembangunan. Kami ingin memastikan bahwa setiap izin usaha yang terbit diikuti dengan komitmen penyerapan tenaga kerja dari warga Jambi sendiri. Hal inilah yang menjadi esensi dari pembangunan ekonomi yang inklusif,” tambahnya.
Menurut pantauan di lapangan, pertumbuhan investasi pada sektor perumahan dan jasa konstruksi pada kuartal ini saja diperkirakan telah menyerap ribuan tenaga kerja terampil maupun harian. Hal ini memberikan nafas segar bagi perekonomian keluarga di tengah tantangan ekonomi global yang masih fluktuatif.
Meski telah mencatat hasil yang memuaskan di awal tahun, Pemerintah Kota Jambi tidak lantas berpuas diri. Tantangan besar masih membentang di depan mata, mengingat target total investasi yang dipatok untuk sepanjang tahun 2026 mencapai Rp1,5 triliun. Target ini naik cukup signifikan dibanding target tahun 2025 yang berada di angka Rp1,3 triliun.
Kenaikan target sebesar Rp200 miliar tersebut menunjukkan keberanian pemerintah daerah dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Abu Bakar menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian strategi untuk menjaga momentum positif ini hingga akhir tahun. Strategi tersebut mencakup penguatan layanan Online Single Submission (OSS), fasilitasi pengaduan hambatan usaha, hingga promosi potensi daerah kepada calon investor potensial dari luar negeri.
“Dengan capaian awal yang cukup signifikan ini, kami sangat optimistis target Rp1,5 triliun tersebut dapat terealisasi, bahkan melampaui. Kami melihat minat pelaku usaha untuk menanamkan modal di sektor hilirisasi dan industri kreatif juga mulai tumbuh,” jelasnya.
Menutup narasinya, Abu Bakar memastikan bahwa DPMPTSP Kota Jambi akan terus bertransformasi menjadi lembaga yang pro-investasi tanpa mengabaikan aspek regulasi dan kelestarian lingkungan. Pemerintah berkomitmen untuk memangkas segala bentuk hambatan birokrasi yang selama ini sering dikeluhkan oleh para pelaku usaha.
“Kami mengundang seluruh pelaku usaha untuk tidak ragu berinvestasi di Kota Jambi. Kami menjamin proses yang transparan, akuntabel, dan cepat. Kesuksesan investor adalah kesuksesan pembangunan Kota Jambi,” pungkasnya dengan nada optimis.
Dengan realisasi kuartal pertama yang kokoh, Kota Jambi kini menatap sisa tahun 2026 dengan kepercayaan diri tinggi, memposisikan diri sebagai salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di Pulau Sumatera.(red)










