Maulana Dorong Perubahan Eks Payo Sigadung Pucuk, Masjid Baitunnadiyah Mulai Dibangun
Zonabrita— Suasana baru mulai terasa di kawasan eks Payo Sigadung Pucuk, Jalan Syailendra RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Kawasan yang selama ini lekat dengan stigma negatif perlahan diarahkan menjadi lingkungan yang lebih religius, aman, produktif, dan memiliki aktivitas yang memberi manfaat bagi masyarakat. Sabtu (22/8/2026).
Langkah tersebut diawali dengan dimulainya pembangunan Masjid Baitunnadiyah. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., serta Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.
Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat beribadah. Ke depan, Masjid Baitunnadiyah diproyeksikan menjadi ruang untuk pendidikan agama, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga aktivitas yang dapat menunjang perekonomian warga.
Bangunan masjid tersebut juga memiliki filosofi tersendiri. Desainnya mengambil inspirasi dari bunga teratai yang dikenal mampu tumbuh di tengah kondisi yang penuh tantangan. Nilai tersebut kemudian diselaraskan dengan harapan agar masyarakat di kawasan itu dapat terus berkembang dan meninggalkan berbagai persoalan masa lalu.
Pembangunan Masjid Baitunnadiyah sendiri merupakan inisiatif kepedulian pribadi Wali Kota Jambi Maulana bersama keluarga. Langkah itu diharapkan dapat menjadi awal bagi tumbuhnya semangat gotong royong dan keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kawasan tersebut.
Maulana menargetkan pembangunan masjid dapat diselesaikan sebelum Ramadan. Dengan demikian, masyarakat di sekitar kawasan tersebut diharapkan sudah dapat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan ibadah, termasuk pelaksanaan Salat Idulfitri tahun depan.
“Masjid ini bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga bagian dari upaya kita membangun peradaban umat. Kita ingin menghadirkan wajah baru kawasan ini agar menjadi kawasan yang memberikan manfaat dan memiliki nilai positif bagi masyarakat,” ujar Maulana.
Menurutnya, keberadaan fasilitas keagamaan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
“Ini tugas kami untuk menyediakan sarana dan prasarana ibadah. Kami juga mengapresiasi pemilik lahan, Ibu Tya. Mudah-mudahan dengan kekompakan bersama, tempat ini dapat melahirkan generasi-generasi yang hebat, seperti bunga teratai,” tuturnya.
Pengembangan kawasan juga tidak akan berhenti setelah masjid selesai dibangun. Pemkot Jambi berencana menghadirkan sejumlah aktivitas dan fasilitas yang dapat menjadi ciri khas kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Selain untuk peradaban umat, di kawasan ini juga akan kita bangun berbagai fasilitas yang menampilkan ciri khas, seperti UMKM, kuliner, hingga kerajinan masyarakat. Jadi, kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat dan ekonomi,” jelas Maulana.
Ia menyebut, pemerintah juga tengah merencanakan pembebasan lahan sekitar 22 tumbuk di sekitar Masjid Baitunnadiyah. Area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas umum, salah satunya ruang bermain dan playground bagi anak-anak.
Menurut Maulana, penyediaan ruang publik yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
“Kita ingin anak-anak memiliki tempat bermain yang baik, sehingga mereka terhindar dari hal-hal negatif dan dapat tumbuh dengan karakter yang positif,” ujarnya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Maulana mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Baznas RI dan Baznas Kota Jambi. Dukungan dari lembaga tersebut diharapkan dapat membantu melengkapi fasilitas yang nantinya dibutuhkan masyarakat.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Baznas RI dan Kota Jambi. Insyaallah mereka akan mendukung fasilitas-fasilitas yang diperlukan,” ungkapnya.
Maulana berharap keberadaan Masjid Baitunnadiyah nantinya mampu membentuk lingkungan yang lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid ini kita harapkan menjadi ruang bersama untuk membangun kebersamaan, membina generasi muda, memperkuat pendidikan keagamaan, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” katanya.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menilai perubahan kawasan tersebut membutuhkan proses dan kerja bersama. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak cukup hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga harus menyentuh sisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Ini sesuatu yang bisa sangat dibanggakan. Karena pembangunan kawasan ini tidak hanya memikirkan aspek religi, tetapi juga aspek lainnya, termasuk ekonomi,” kata Diza.
Dukungan terhadap rencana tersebut turut datang dari Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) perwakilan Provinsi Jambi. Ketua ISMI Jambi, Hj. Ernawati, menyatakan pihaknya siap mengambil bagian dalam menghidupkan berbagai kegiatan di Masjid Baitunnadiyah setelah nantinya dapat digunakan.
“Kami dari ISMI mempunyai program, di antaranya mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan di masjid. Mungkin nanti kami juga bisa aktif menunjang kegiatan-kegiatan di masjid ini,” ujarnya.
Ernawati juga memberikan apresiasi atas perhatian Maulana bersama keluarga terhadap kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota bersama keluarga. Pembangunan masjid ini menjadi kebanggaan sekaligus harapan bagi masyarakat agar kawasan ini semakin baik dan memberikan manfaat bagi warga,” katanya.
Sebagai wujud dukungan, ISMI Jambi menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 sak semen untuk pembangunan Masjid Baitunnadiyah.
“Hari ini kami dari ISMI Jambi menyumbangkan 1.000 sak semen. Semoga dengan bantuan ini pembangunan bisa cepat selesai sesuai target yang diinginkan Pak Wali Kota dan memberikan keberkahan,” tuturnya.
Selain material pembangunan, dukungan lain juga diberikan sejumlah pihak, termasuk bantuan fasilitas pendidikan bagi anak-anak serta sarana penunjang kegiatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan bantuan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui CSR DPD REI Jambi senilai Rp20 juta. Sebanyak 30 paket bantuan sosial juga diberikan kepada warga sekitar.
Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak dan nyaman.
Ke depan, kawasan eks Payo Sigadung Pucuk diharapkan tidak lagi hanya dikenal karena catatan masa lalunya. Kehadiran Masjid Baitunnadiyah dan sejumlah rencana fasilitas publik menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih terbuka, produktif, religius, serta memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat.
Perubahan itu juga diharapkan menciptakan ruang yang lebih ramah bagi keluarga dan anak-anak, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang memiliki karakter, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Jambi, camat dan lurah se-Kecamatan Alam Barajo, perwakilan Forkopimda Kota Jambi, Ketua MUI Provinsi Jambi, Ketua ISMI Jambi, Baznas Kota Jambi, Ketua REI Provinsi Jambi, Ketua Forum RT Kota Jambi dan Forum RT se-Kecamatan Alam Barajo, tokoh masyarakat, tokoh agama, warga setempat, serta sejumlah undangan lainnya.(*)










