Maulana Dorong Gerakan Bersama Cegah Tawuran dan Aksi Berandalan Bermotor di Jambi
Zonabrita – Maraknya aksi tawuran dan aktivitas kelompok berandalan bermotor yang belakangan meresahkan warga Kota Jambi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi. Wali Kota Jambi Maulana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam mencegah aksi kekerasan yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Peristiwa tawuran di kawasan depan Mall WTC Batanghari yang mengakibatkan seorang remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat meninggal dunia, menurut Maulana, menjadi peringatan keras bagi semua pihak.
Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani melalui penegakan hukum. Upaya pencegahan juga harus dilakukan sejak lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.
“Ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Berandalan bermotor dan tawuran bukan sekadar mengganggu ketertiban, tetapi sudah menimbulkan keresahan dan bahkan menyebabkan hilangnya nyawa,” ujar Maulana.
Maulana mengatakan masyarakat tidak seharusnya dibiarkan hidup dalam rasa takut akibat aksi kelompok yang melakukan kekerasan di ruang publik. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah anak-anak dan remaja terlibat dalam aktivitas yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mengetahui aktivitas anak, termasuk ketika mereka berada di luar rumah hingga malam hari. Pengawasan juga perlu diperkuat melalui lingkungan tempat tinggal, sekolah, pengurus RT dan tokoh masyarakat.
Di sisi lain, Maulana memberikan apresiasi kepada Satreskrim Polresta Jambi, Polda Jambi dan jajaran yang dinilai bergerak cepat dalam mengungkap kasus tawuran tersebut.
Ia menyebut langkah aparat dalam menangani perkara tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga rasa aman masyarakat.
“Apresiasi kepada Kasat Reskrim dan tim, serta Polda Jambi dan jajaran yang dalam waktu singkat dan tepat mampu mengungkap kejadian ini secara baik,” katanya.
Pemkot Jambi, lanjut Maulana, mendukung proses hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Prinsipnya, kami Pemerintah Kota Jambi mendukung proses hukum dijalankan sebaik-baiknya. Apalagi ini sampai menimbulkan kehilangan nyawa,” tegasnya.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Pemkot Jambi akan menggelar rapat bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Senin mendatang.
Salah satu agenda yang akan dibahas yakni rencana penerbitan edaran mengenai pembatasan aktivitas anak-anak dan remaja pada malam hari.
“Hari Senin kami akan rapat dengan seluruh Forkopimda, dan kami butuh dukungan dari seluruh pihak untuk membuat edaran jam malam,” ungkap Maulana.
Selain membahas kemungkinan penerapan edaran tersebut, pemerintah juga akan mendorong penguatan pengawasan di tingkat lingkungan. Pengurus RT akan diminta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi wilayah masing-masing, terutama pada malam hari.
“Kami akan minta seluruh RT patroli rutin, agar tidak ada lagi anak-anak berkeliaran di jalan saat malam,” katanya.
Maulana berharap upaya tersebut tidak hanya dilakukan setelah terjadi tawuran atau tindak kekerasan. Menurutnya, sistem pencegahan harus dibangun lebih awal dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia kembali menegaskan bahwa persoalan tawuran dan aktivitas kelompok berandalan bermotor tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah maupun aparat kepolisian.
Menjaga anak-anak, menciptakan lingkungan yang aman serta mencegah kekerasan membutuhkan kepedulian bersama dari keluarga, sekolah, pemerintah, aparat dan seluruh masyarakat Kota Jambi.(*)










