Bank 9 Jambi Kuat, Responsif Jaga Stabilitas, Publik Waspada Hoaks

Zonabrita.com – Insiden gangguan sistem digital yang sempat berdampak pada sejumlah rekening nasabah di Bank Jambi belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Namun, pengamat kebijakan publik Martayadi Tajuddin mengingatkan agar publik menyikapi peristiwa tersebut secara proporsional dan tidak terjebak pada arus disinformasi yang berpotensi merusak kepercayaan terhadap lembaga keuangan milik daerah.

Menurut Martayadi, langkah cepat Bank Jambi dalam mengembalikan dana nasabah yang terdampak hanya dalam waktu beberapa hari merupakan indikator kuat bahwa manajemen bank memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kredibilitas institusi dan kepercayaan masyarakat.

“Dalam perspektif tata kelola lembaga keuangan modern, respons cepat seperti ini menunjukkan adanya mekanisme mitigasi risiko yang berjalan. Penggantian dana nasabah dalam waktu singkat adalah bukti bahwa perlindungan terhadap nasabah menjadi prioritas utama,” ujar Martayadi.

Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, ancaman terhadap sistem keuangan tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan siber yang semakin kompleks dan terorganisir. Fenomena ini bahkan terjadi pada banyak lembaga keuangan besar di berbagai negara.

Menurutnya, dalam banyak kasus global, serangan terhadap sistem perbankan justru berasal dari jaringan eksternal yang memiliki kemampuan teknis tinggi dalam mengeksploitasi celah teknologi.

“Perlu dipahami bahwa di era transformasi digital, tidak ada sistem yang benar-benar kebal dari ancaman siber. Bahkan lembaga keuangan besar di dunia pun pernah mengalami insiden serupa. Karena itu, sangat tidak bijak jika persoalan yang masih dalam proses penyelidikan langsung disimpulkan sebagai kesalahan internal,” tegasnya.

Martayadi menilai penting bagi masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi aparat penegak hukum sebelum membangun opini yang dapat merugikan reputasi lembaga keuangan daerah.

Menurutnya, penyebaran narasi yang tidak berbasis fakta justru berpotensi memicu kepanikan publik dan memengaruhi stabilitas kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan daerah.

“Disinformasi dan hoaks adalah ancaman serius dalam ekosistem digital hari ini. Jika masyarakat terbawa oleh arus informasi yang tidak terverifikasi, maka yang dirugikan bukan hanya institusi, tetapi juga kepentingan ekonomi daerah secara keseluruhan,” katanya.

Dalam pandangan Martayadi, keberadaan Bank Jambi memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Sebagai bank pembangunan daerah, institusi ini berperan penting dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta berbagai program pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi.

“Bank Jambi bukan sekadar lembaga perbankan. Ia adalah simbol kemandirian ekonomi daerah. Menjaga eksistensi dan kepercayaan terhadap Bank Jambi berarti menjaga salah satu instrumen penting pembangunan daerah,” ujarnya.

Dari sisi teknologi, Martayadi juga menilai langkah Bank Jambi dalam melakukan penguatan infrastruktur digital patut diapresiasi. Salah satunya melalui kerja sama profesional dengan perusahaan teknologi global Amazon Web Services dalam pengembangan sistem teknologi dan keamanan data.

Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan teknologi kelas dunia tersebut menunjukkan bahwa Bank Jambi memiliki orientasi modern dalam membangun sistem perbankan digital yang lebih tangguh dan aman.

“Kerja sama dengan AWS memperlihatkan bahwa Bank Jambi bergerak ke arah transformasi digital dengan standar global. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keamanan sistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital. Kejahatan siber, kata dia, bukan hanya menargetkan lembaga keuangan, tetapi juga dapat menyasar individu pengguna teknologi.

“Di era digital, kita semua berpotensi menjadi target kejahatan siber. Karena itu, yang dibutuhkan adalah peningkatan literasi digital dan sikap kolektif untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.

Martayadi pun mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada Bank Jambi sebagai bank kebanggaan masyarakat daerah.

“Bank Jambi adalah milik masyarakat Jambi. Kepercayaan publik adalah fondasi utama yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai lembaga keuangan kebanggaan daerah ini justru tergerus oleh arus disinformasi yang belum tentu benar,” pungkasnya. (Red)