Arvandi Soroti Transparansi Penerimaan Beasiswa Pemkab Sarolangun

Zonabrita.com – Arvandi, sebagai putra daerah Sarolangun, mengapresiasi program beasiswa yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam proses penerimaan dan seleksi calon penerima beasiswa.

Menurut Arvandi, program beasiswa merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan masyarakat, khususnya bagi putra-putri Sarolangun yang sedang menempuh pendidikan. Karena itu, proses seleksi diharapkan dapat dilaksanakan secara transparan, objektif, adil, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menilai, terdapat sejumlah informasi yang penting untuk diketahui masyarakat secara terbuka, mulai dari jumlah kuota penerima pada masing-masing jenjang dan kategori, tim yang bertugas melakukan seleksi atau verifikasi, dasar hukum pembentukan tim, hingga mekanisme dan indikator penilaian calon penerima.

“Pertanyaan ini bukan bentuk ketidakpercayaan kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk kepedulian sebagai putra daerah agar program yang menggunakan anggaran pemerintah dapat berjalan secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Arvandi.

Arvandi berharap Pemerintah Kabupaten Sarolangun tidak hanya menyampaikan informasi mengenai jadwal dan persyaratan pendaftaran, tetapi juga membuka informasi terkait kuota, dasar hukum, mekanisme seleksi, tim yang bertugas, kriteria penilaian, hingga hasil akhir penerima beasiswa.

Menurutnya, keterbukaan informasi dalam setiap tahapan seleksi dapat memberikan kepastian kepada para peserta sekaligus mengurangi potensi munculnya berbagai persepsi di tengah masyarakat.

“Kita tentu berharap beasiswa ini benar-benar diberikan kepada putra-putri Sarolangun yang memenuhi persyaratan berdasarkan prestasi, kebutuhan, dan kriteria yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia menegaskan, perhatian yang disampaikannya bukan bertujuan mencari kesalahan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar kesempatan memperoleh bantuan pendidikan diberikan melalui proses yang terbuka, adil, dan dapat dipercaya.

“Kalau seluruh tahapan sudah sesuai aturan, mari dibuka dan dijelaskan kepada masyarakat. Transparansi bukan kelemahan pemerintah, tetapi bagian dari pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat,” pungkasnya.(*)