ISMI Jambi Siapkan Program Umrah Gratis untuk 100 Orang Setiap Tahun, Guru Ngaji dan Marbot Jadi Sasaran
Zonabrita.com — Program umrah gratis bagi 100 orang setiap tahun yang digagas PW Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang selama ini berperan menjaga dan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Dai Muda Jambi, Khoiron Fauzi, dalam tulisannya berjudul “Memuliakan Penjaga Rumah Allah: Makna Program Umrah Gratis ISMI Jambi”, menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang memiliki kontribusi nyata dalam kehidupan keagamaan.
Ia menyoroti peran guru mengaji, marbot masjid, pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta para penggerak lingkungan yang selama ini berkontribusi bagi masyarakat, tetapi kerap luput dari perhatian.
Menurut Khoiron, keberadaan mereka sangat penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan. Marbot, misalnya, memastikan masjid siap digunakan untuk beribadah, termasuk membuka pintu masjid sejak dini hari dan menjaga kebersihannya. Sementara itu, guru mengaji berperan dalam mengenalkan Al-Qur’an kepada generasi muda, meskipun tidak sedikit yang menjalankan tugas tersebut dengan imbalan seadanya.
Khoiron memandang bahwa perhatian terhadap kelompok tersebut merupakan bentuk nyata penghormatan kepada orang-orang yang mengabdikan diri untuk kepentingan umat.
Dalam tulisannya, Khoiron juga mengangkat pentingnya memakmurkan masjid sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Menurutnya, masjid tidak hanya membutuhkan bangunan yang baik, tetapi juga orang-orang yang dengan tulus menjaga, merawat, dan menghidupkan berbagai kegiatan ibadah di dalamnya.
Karena itu, program umrah gratis ISMI Jambi dinilai memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan kesempatan beribadah ke Tanah Suci. Program tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada mereka yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan perhatian untuk kepentingan umat.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari nilai memuliakan manusia, yakni memberikan penghargaan kepada orang-orang yang selama ini bekerja dalam kesederhanaan, tetapi memiliki peran besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Program yang diarahkan kepada guru mengaji, marbot masjid, pemenang MTQ, dan penggerak lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan moral bagi masyarakat untuk semakin menghargai pengabdian para penjaga syiar Islam.
Melalui program ini, ISMI Jambi di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati mengangkat pesan bahwa pengabdian kepada umat patut mendapatkan perhatian dan penghargaan.
Bagi Khoiron Fauzi, memuliakan mereka yang menjaga rumah Allah merupakan bagian dari upaya merawat nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan demikian, program umrah gratis tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan ibadah ke Tanah Suci, tetapi juga sebagai simbol penghargaan terhadap ketulusan dan pengabdian orang-orang yang selama ini berperan dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat Jambi.(*)










