Filosofi “Bao Saba” Hantarkan Tim Orado Jambi Setelah Kalahkan Lampung ke Semifinal Kejurnas 2026
Zonabrita.com – Kontingen Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Jambi kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam laga perempat final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orado 2026 yang berlangsung ketat di JSI Resort Megamendung, Bogor, Minggu (26/4), Tim Jambi B kategori senior resmi mengamankan tiket menuju Babak Semifinal setelah menumbangkan tim unggulan Provinsi Lampung A.
Kemenangan ini menjadi sorotan utama di arena pertandingan karena performa atlet Jambi yang dinilai sangat tenang meski berada di bawah tekanan peraturan yang ketat. Keberhasilan ini sekaligus menjaga harapan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah untuk membawa pulang trofi juara nasional.
Tim Jambi B Senior yang diperkuat oleh barisan atlet tangguh; Iqbal Putra, Muhammad Hidayat, Muhammad Idris, Rahmansyah, Wira, dan Sujak, menunjukkan kelasnya sebagai petarung meja yang disiplin. Mereka harus melewati laga panjang yang menguras energi dan konsentrasi sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Bendahara Umum Orado Jambi, M. Faishal Mirdad, mengungkapkan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari kombinasi strategi yang matang dan ketahanan mental yang luar biasa.
”Kami menyaksikan perjuangan yang sangat luar biasa hari ini. Para atlet bertarung penuh dengan berbagai strategi teknis. Namun, di atas itu semua, ada kekuatan meditasi, kultivasi diri, serta doa yang terus dipanjatkan di saat-saat genting. Faktor spiritual ini terbukti menjaga fokus mereka tetap tajam saat menghadapi lawan yang sangat kuat,” ujar Faishal saat memberikan keterangan di lokasi pertandingan.
Menariknya, kontingen Jambi membawa identitas budaya yang kuat ke dalam arena pertandingan. Yel-yel khas yang terinspirasi dari pesan Gubernur Jambi, Al Haris, yaitu “Bao Saba, Kagek Adolah”, berkali-kali menggema sebagai pemompa semangat.
Ungkapan dalam bahasa harian Jambi yang berarti “Bawa Bersabar, Nanti Akan Ada Hasilnya” ini bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan strategi mental bagi para pemain. Filosofi ini mengajarkan para atlet untuk tetap tenang menghadapi situasi sulit di meja pertandingan dengan keyakinan bahwa kesabaran akan membuahkan hasil manis di akhir laga.
Di sisi lain, perjalanan Tim Junior Jambi terpaksa terhenti di babak perempat final setelah menghadapi perlawanan sengit dari tim Sulawesi Selatan. Meski gagal melaju ke fase berikutnya, manajemen Orado Jambi memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan mereka.
”Tim junior kita sudah tampil maksimal. Meskipun langkah mereka terhenti, mereka telah memberikan segalanya untuk Jambi. Ini adalah pengalaman berharga dan menjadi modal besar bagi regenerasi atlet domino kita di masa depan,” tambah Faishal.
Dengan masuknya Tim Jambi B ke babak semifinal, peluang untuk mengantongi penghargaan bergengsi dari Orado Pusat semakin terbuka lebar. Pihak penyelenggara telah menyiapkan uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah bagi tim yang masuk babak empat besar, bahkan berpotensi mencapai ratusan juta rupiah bagi peraih gelar juara.
Ketua Pengcab Orado Tanjung Jabung Timur, Hendri, bersama jajaran pengurus yang hadir langsung di lokasi, terus memberikan dukungan penuh agar konsentrasi atlet tetap terjaga.
Kini, seluruh mata tertuju pada laga semifinal. Masyarakat Provinsi Jambi menaruh harapan besar pada pundak Iqbal Putra dan rekan-rekan. Melalui semangat sportivitas dan filosofi kesabaran, kontingen Jambi bertekad melaju ke partai final dan mengukuhkan posisi Jambi sebagai salah satu kekuatan utama olahraga domino di Indonesia. (Red)













