Garda Terdepan Penegakan HAM: Pemkot Jambi dan Kemenham Perkuat Kapasitas Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045

Zonabrita.com – Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan kesadaran hukum. Komitmen ini mewujud dalam penyelenggaraan Program Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Pelajar SMA se-Kota Jambi yang berlangsung khidmat di Karunia Global School, Kamis siang (16/04/2026).

​Kegiatan strategis ini mengusung tema besar: “Bersama Kopetta HAM Kita Junjung Tinggi Hak Asasi Manusia untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Emas.” Agenda ini merupakan buah kolaborasi apik antara Pemerintah Kota Jambi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Provinsi Jambi.

​Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., hadir langsung untuk membuka rangkaian acara tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa isu kemanusiaan dan perlindungan hak sipil bagi pelajar merupakan prioritas dalam agenda pembangunan sumber daya manusia di Kota Jambi.

Dalam pidato sambutannya, Diza menekankan bahwa pemahaman HAM bukan sekadar menghafal pasal-pasal hukum, melainkan tentang internalisasi nilai-nilai penghormatan terhadap sesama manusia. Ia menyebut program ini sebagai inisiatif unggulan yang bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, hingga implementasi prinsip HAM di level akar rumput, yakni sekolah.

“Alhamdulillah, di Kota Jambi sendiri isu mengenai HAM cukup heterogen namun kondusif. Konflik sangat minim karena kita memiliki tradisi diskusi yang kuat, salah satunya melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Program ini akan semakin memperkokoh fondasi toleransi tersebut,” ujar Diza di hadapan ratusan pelajar dan tenaga pendidik.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan Koppeta HAM (Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia). Komunitas ini dirancang menjadi wadah inklusif bagi pelajar untuk mempelajari, mempromosikan, serta melindungi prinsip-prinsip HAM di lingkungan sekolah dan masyarakat luas.

Diza mengungkapkan bahwa untuk tahap awal, Kota Jambi telah mengantongi dua titik percontohan program, yakni di Kelurahan Mayang Mangurai dan Kelurahan Kasang Jaya. Ia merencanakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak Kecamatan, Kelurahan, hingga Ketua RT untuk mendukung penuh gerakan ini setelah struktur Kopetta Jambi resmi terbentuk.

“Saya ingin anak-anak muda, yang jumlah populasinya mendominasi di Kota Jambi, memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi dan perspektif mereka sendiri terkait HAM. Pemerintah Kota sangat terbuka dan ingin mendengar suara mereka melalui wadah yang terorganisir seperti ini,” tambah Wawako Diza.

Visi ini, lanjutnya, selaras dengan program “Kota Jambi BAHAGIA”, di mana pemerintah senantiasa memfasilitasi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi, ide, dan bakat dalam koridor positif dan bermartabat.

​Senada dengan Wakil Wali Kota, Kepala Kanwil Kementerian HAM Jambi, Sukiman, menyatakan bahwa program ini bertujuan menggeser paradigma lama. Melalui penguatan kapasitas ini, pelajar tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek atau pelaku aktif dalam sejarah penegakan HAM di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan peran nyata Kementerian HAM dalam melakukan pembangunan nilai-nilai asasi melalui internalisasi pada level pelajar. Kami ingin mendorong mereka berperan penting dalam penghormatan nilai-nilai HAM di lingkungan mereka masing-masing,” papar Sukiman.

​Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Jambi yang memberikan dukungan totalitas, terbukti dengan kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah dalam mengawal isu-isu kemanusiaan di tingkat lokal.

Agenda penguatan kapasitas ini juga menghadirkan perspektif akademis dan praktis melalui narasumber ahli, yakni Dr. Muhammad Farisi dan Ilham Khalik, S.H., M.H., yang membedah kaitan antara hukum positif dan etika keseharian pelajar dalam konteks HAM.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM RI, Giyanto, S.IP., M.Si., yang memberikan pengarahan teknis mengenai strategi jangka panjang pengembangan komunitas pelajar. Hadir pula Camat Jelutung, Alamsyah Powa, serta perwakilan Yayasan Karunia Global School yang menyambut hangat inisiatif ini sebagai langkah transformatif bagi dunia pendidikan di Jambi.

Dengan terbentuknya Kopetta HAM, Kota Jambi optimis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya siap bersaing secara global di tahun 2045, tetapi juga generasi yang memiliki empati tinggi dan menjunjung tinggi harkat serta martabat kemanusiaan. (Red)