Menenun Harapan di Balik Geliat “Kota Jambi Bahagia”: Catatan Satu Tahun Kepemimpinan Maulana-Diza

Zonabrita.com – Tepat satu tahun yang lalu, di bawah langit Jakarta yang menjadi saksi sejarah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Dr. dr. H. Maulana, MKM dan Diza Hazra Aljosha, SE. MA sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi. Peristiwa pada 20 Februari 2025 itu bukan sekadar seremoni pergantian kekuasaan, melainkan fajar baru bagi visi ambisius yang mereka usung: Mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Masyarakat Kota Jambi menyaksikan sebuah gaya kepemimpinan yang memadukan kedalaman empati seorang dokter dengan ketangkasan manajerial generasi muda. Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza membagi peran secara harmonis, menciptakan orkestrasi pembangunan yang menyentuh akar rumput. Berdasarkan data agregasi media digital, setahun terakhir menunjukkan tren positif yang signifikan. Narasi mengenai “Kampung Bahagia” dan “Kartu Bahagia” mendominasi ruang publik, menciptakan gelombang optimisme bahwa kebahagiaan warga bukan lagi sekadar komoditas politik, melainkan hak yang sedang dipenuhi secara sistematis.

​Pemerintah Kota Jambi memulai langkah besarnya dengan memperkuat fondasi pembangunan dari unit terkecil, yakni Rukun Tetangga. Melalui program alokasi dana seratus juta rupiah per RT, Maulana-Diza memutus rantai birokrasi yang kaku dan memberikan kedaulatan penuh kepada warga untuk menentukan masa depan lingkungannya sendiri. Langkah ini bukan tanpa perhitungan matang. Dengan mengucurkan dana langsung ke tingkat RT, pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun infrastruktur lokal, mulai dari pengadaan sistem keamanan mandiri hingga perbaikan drainase lingkungan yang selama ini terabaikan.

​Kehadiran program ini mengubah wajah kampung secara drastis. Warga kini memiliki daya untuk memasang perangkat kamera pengawas di titik-titik rawan, yang secara langsung menekan angka kriminalitas di pemukiman. Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, kepemimpinan Maulana-Diza memberikan penghormatan tinggi bagi para Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan. Kenaikan insentif bulanan hingga pemberian santunan kematian bagi Ketua RT yang wafat saat bertugas menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang melayani rakyat tanpa lelah.

​Dalam sektor pelayanan publik, inovasi Kartu Bahagia muncul sebagai solusi atas kerumitan akses bantuan selama ini. Pemerintah mengintegrasikan berbagai layanan dasar ke dalam satu sistem identitas tunggal yang memudahkan warga kurang mampu mengakses jaminan kesehatan dan bantuan sosial. Kartu ini menjadi jembatan bagi warga untuk mendapatkan hak-hak dasarnya tanpa harus terjebak dalam labirin birokrasi yang melelahkan. Efektivitas kartu ini tercermin dari meningkatnya tingkat kepercayaan publik di media sosial, di mana warga merasa pemerintah kini lebih transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan.

Berdasarkan Laporan Tahunan Kinerja Pemerintah Kota Jambi Periode 2025-2026, mencatat dari sektor program indikator capaian persentase keberhasilan pada Kesehatan (UHC) mencapai 49.212 Kuota BPJS Baru (Total 100%) 98%, Tata Kelola RT 1.650 RT Terintegrasi Program 95%, pada Pendidikan 2.070 Beasiswa SD/SMP dan Sekolah Rakyat 85%, untuk
Infrastruktur dan Banjir 22 Ruas Jalan Kota  dan 388 Jalan Lingkungan mencapai 75% dan Layanan Darurat Call Center 112 mencapai 6.152 Panggilan.

Sementara Inovasi Kartu Bahagia muncul sebagai solusi atas kerumitan akses bantuan. Pemerintah mengintegrasikan berbagai layanan dasar ke dalam satu sistem identitas tunggal. Dr. dr. H. Maulana, dengan latar belakang medisnya, memastikan capaian Universal Health Coverage (UHC) menyentuh angka 100%.

“Kami tidak ingin ada warga Jambi yang terhambat berobat karena biaya,” tegas Maulana dalam satu kesempatan. Selain kesehatan, kartu ini menjangkau sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat, sebuah institusi yang merangkul anak-anak putus sekolah dengan fasilitas lengkap, mulai dari seragam hingga alat tulis.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Diza Aljosha bergerak lincah di sektor infrastruktur. Masalah banjir yang menjadi momok menahun mulai diurai melalui pembangunan kolam retensi seluas 9 hektar yang bekerja sama dengan Kementerian PU. Tidak hanya untuk parkir air, kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru.

​Diza juga mendorong modernisasi transportasi. “Kami sedang menyiapkan rintisan angkutan umum berbasis baterai atau bus listrik,” ungkapnya. Langkah ini selaras dengan target penurunan emisi dan penciptaan kota yang ramah lingkungan.

Sektor ekonomi tidak luput dari sentuhan. Melalui BANK HARKAT, Pemkot Jambi menyiapkan alokasi kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 Miliar. Sebanyak 881 UMKM telah diverifikasi untuk menerima manfaat ini, didukung dengan bantuan peralatan senilai lebih dari Rp5 Miliar. Langkah ini terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global.

Meski meraih 37 penghargaan sepanjang 2025, perjalanan Maulana-Diza bukannya tanpa kerikil. Analisis jurnalistik menunjukkan beberapa titik krusial yang perlu penanganan luar biasa di tahun kedua: beberapa hal seperti ​Polemik PT SAS dan Aur Duri: Konflik terkait rencana stockpile batubara menjadi ujian integritas. Pemerintah diharapkan tetap berdiri pada prinsip kelestarian lingkungan dan kesehatan warga di atas kepentingan investasi. Selanjutnya ​Manajemen Sampah: Transformasi dari sistem “angkut-buang” menjadi “pilah-berkah” melalui pengadaan armada sampah listrik pada April mendatang diharapkan menjadi solusi permanen atas overload TPA Talang Gulo dan Administrasi Dana RT: Kendala teknis dalam penyusunan laporan oleh Ketua RT memerlukan pendampingan intensif agar serapan anggaran 100 juta per RT bisa mencapai target maksimal di seluruh wilayah.

Memasuki tahun kedua, duet Maulana-Diza telah menetapkan target makro yang ambisius untuk tahun 2026: diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Target 82,45, ​Pertumbuhan Ekonomi: Target 5,75% dan ​Penurunan Stunting: Target 8,75% serta Investasi: Target Rp2 Triliun.

Pemerintah akan memperkuat “Kabinet Kerja Bahagia” dengan birokrat yang responsif dan tidak antikritik. Program BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) akan diperluas untuk menciptakan lebih dari 13.000 lowongan kerja baru melalui skema job fair dan magang luar negeri.

Pada kesimpulannya satu tahun kepemimpinan Maulana-Diza menunjukkan bahwa visi “Kota Jambi Bahagia” sedang ditenun dengan benang-benang kerja nyata. Pemerintah tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun martabat warganya. Masyarakat kini menatap masa depan dengan lebih optimis, percaya bahwa pemimpin mereka tidak hanya bicara tentang angka pertumbuhan, tetapi tentang kualitas senyum di setiap sudut kampung.

​Perjalanan menuju 2030 memang masih panjang, namun fondasi setahun pertama ini memberikan keyakinan: Kota Jambi tengah bergerak menuju kejayaannya.

Sumber Referensi & Data:

  • Laporan Tahunan Kinerja Pemerintah Kota Jambi Periode 2025-2026.
  • ​Hasil Analisis Tren Digital dan Sentimen Publik Media Online Jambi 2025.
  • ​Dokumentasi Resmi Pelantikan Kepala Daerah oleh Presiden RI, Februari 2025.
  • ​Data BPS Kota Jambi: Indikator Makro Ekonomi dan Sosial 2025.
    ​Ringkasan Eksekutif 11 Program Unggulan Koja Bahagia.