Update Pemulihan Bank Jambi: ATM Mulai Normal, Mobile Banking Masih Tahap Uji
Zonabrita.com – Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis untuk memulihkan seluruh ekosistem layanan perbankan pasca terjadinya insiden gangguan siber. Fokus utama saat ini tertuju pada normalisasi jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di luar kantor cabang serta penguatan sistem keamanan sebelum mengaktifkan kembali layanan digital secara penuh.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menegaskan bahwa proses pemulihan ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui koordinasi ketat dan intensif dengan regulator, yakni Bank Indonesia (BI). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap tahapan teknis yang dilakukan selaras dengan standar operasional prosedur (SOP) perbankan nasional yang ketat.
Zulfikar menjelaskan, tim teknis Bank Jambi bekerja nonstop melakukan evaluasi dan pemantauan berkala di lapangan. Target terdekat adalah memastikan akses fisik bagi nasabah melalui mesin ATM yang tersebar di berbagai titik strategis dapat berfungsi kembali tanpa kendala.
“Kami secara konsisten melakukan checkpoint bersama Bank Indonesia. Fokus kami adalah memastikan jaringan ATM di luar kantor cabang atau off-site kembali beroperasi normal secepat mungkin. Kami memahami betul urgensi akses tunai bagi masyarakat,” ujar Zulfikar dalam keterangan resminya, di channel youtubenya Ivan Wirata, (30/3).
Ia menambahkan bahwa proses ini melibatkan audit sistem pada setiap titik perangkat keras untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang tertinggal. Pemulihan dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas koneksi jaringan agar tidak terjadi kegagalan transaksi di kemudian hari.
Terkait layanan mobile banking yang hingga kini masih dalam status non-aktif atau terbatas, Zulfikar mengungkapkan bahwa pihak bank sengaja menerapkan protokol assessment (penilaian) yang jauh lebih ketat. Bank Jambi melibatkan vendor teknologi keamanan tingkat tinggi dan pihak independen untuk melakukan penetrasi sistem.
“Layanan mobile banking merupakan pintu masuk digital yang sangat krusial. Oleh karena itu, kami masih dalam tahap asesmen mendalam. Kami harus melalui proses verifikasi yang berlapis, termasuk mendapatkan izin dan persetujuan dari pihak terkait (regulator). Prinsip kami jelas: seluruh sistem harus terjamin 100 persen aman sebelum kami tekan tombol ‘on’ kembali,” tegasnya.
Penundaan pengaktifan mobile banking ini diakui sebagai langkah preventif untuk melindungi data pribadi dan saldo nasabah dari potensi ancaman serupa di masa depan. Bank Jambi memilih untuk berhati-hati demi menjaga integritas sistem jangka panjang daripada terburu-buru yang berisiko bagi nasabah.
Di sisi lain, langkah pemulihan ini mendapat pengawalan langsung dari unsur legislatif. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, melakukan peninjauan langsung (sidak) ke kantor operasional Bank Jambi. Didampingi oleh Direktur Operasional, Ivan memantau langsung proses perbaikan sistem dan melakukan uji coba transaksi secara mandiri.
Sebagai salah satu nasabah yang sempat terdampak langsung oleh insiden peretasan tersebut, Ivan Wirata memberikan testimoni yang menenangkan masyarakat. Ia mengonfirmasi bahwa dana miliknya yang sempat terganggu akibat aktivitas ilegal siber kini telah kembali utuh ke rekeningnya.
“Saya datang untuk memastikan hak nasabah terlindungi. Dan saya buktikan sendiri, dana saya yang sebelumnya tergerus akibat peretasan sudah dikembalikan penuh oleh pihak Bank Jambi. Saya tadi langsung melakukan uji coba transaksi di ATM dan sistem berjalan dengan baik,” ungkap Ivan.
Meski sistem mulai pulih, Ivan mengingatkan masyarakat untuk kooperatif mengikuti prosedur pengamanan baru yang ditetapkan bank. Sebelum melakukan transaksi perdana pasca-insiden, nasabah diwajibkan melakukan penggantian PIN dan pembaruan kartu ATM di kantor cabang terdekat atau melalui mekanisme yang telah ditentukan.
“Penggantian PIN dan pembaruan kartu adalah benteng pertama kita sebagai nasabah. Ini bagian dari penguatan sistem keamanan yang diterapkan Bank Jambi. Saya pun mengikuti prosedur tersebut demi keamanan akun pribadi saya,” tambahnya.
Sebagai pimpinan DPRD, Ivan menekankan bahwa pengawasan terhadap Bank Jambi akan dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini mengingat posisi Bank Jambi sebagai aset vital daerah yang berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen.
“Bank Jambi adalah jantung ekonomi daerah. Kita harus jaga bersama. Masyarakat saat ini menunggu transparansi penuh. Kami di DPRD terus mendorong agar Bank Jambi memberikan informasi resmi secara berkala agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah warga,” tegas Ivan.
Lebih lanjut, pihak DPRD juga tengah menunggu hasil audit forensik digital untuk membedah secara tuntas penyebab pasti insiden tersebut. Ivan menyatakan pentingnya mengetahui apakah peristiwa ini murni serangan siber eksternal atau ada celah sistemik lainnya.
“Kami memantau progres penyelesaian gangguan sistem ini setiap hari. Kami menunggu hasil forensik peristiwa apakah ini murni kejahatan digital atau ada faktor lain. Yang jelas, DPRD Provinsi Jambi akan terus mendorong dan membantu narasi pemulihan ini agar kepercayaan publik kembali seratus persen,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, perbaikan infrastruktur digital di Bank Jambi terus menunjukkan progres positif. Pihak bank berjanji akan segera mengumumkan secara resmi jika seluruh fitur layanan, termasuk mobile banking, sudah siap digunakan kembali oleh masyarakat luas. (Red)
















