DPRD Dorong Integrasi Konservasi Gajah Muara Sekalo Jadi Destinasi Desa Wisata Unggulan

Zonabrita.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendorong langkah strategis untuk mengintegrasikan Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, ke dalam program pengembangan desa wisata. Langkah ini bertujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat edukasi satwa sekaligus motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan penyangga.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, menegaskan bahwa integrasi ini menjadi momentum tepat seiring dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desa Wisata dalam rapat paripurna baru-baru ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
​”Kami menilai integrasi ini layak menjadi prioritas. Melalui kerja sama erat dengan Dinas Pariwisata, penangkaran gajah ini dapat dikemas menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian satwa,” ujar Ansori di Jambi, Minggu (1/2/2026).

Politisi dari Fraksi PAN ini menambahkan bahwa keberadaan gajah di Muara Sekalo memiliki nilai jual tinggi jika dikelola secara serius oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama pemerintah daerah. Ia berharap optimalisasi kawasan ini tidak hanya menjaga kelestarian satwa di bentang alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan PIKG masih membentur tembok klasik: infrastruktur. Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengungkapkan bahwa akses jalan dari pusat kota menuju lokasi saat ini belum memadai.

​”Infrastruktur penghubung adalah kebutuhan utama untuk mendongkrak minat kunjungan. Jika aksesnya mudah, kami yakin PIKG akan menjadi alternatif wisata favorit, sehingga masyarakat bisa berlama-lama menikmati suasana di kawasan konservasi,” jelas Himawan.

Sejak diresmikan pada tahun 2022, PIKG sebenarnya telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti penginapan (mess) bagi pengunjung. Namun, Himawan mengakui sarana tersebut masih sangat terbatas. Oleh karena itu, BKSDA mendorong masyarakat di wilayah penyangga untuk ikut berpartisipasi menyediakan akomodasi mandiri.

​”Keterlibatan masyarakat dalam menyediakan tempat tinggal bagi wisatawan akan membangkitkan ekonomi lokal secara langsung,” tambahnya.

PIKG Muara Sekalo bukan sekadar tempat wisata biasa. Kawasan ini merupakan bagian dari Bentang Alam Bukit Tigapuluh yang berfungsi sebagai: ​Mitigasi Konflik: Ruang antara manusia dan gajah untuk mengurangi risiko kerugian di kedua belah pihak, ​Rehabilitasi: Tempat pemeliharaan gajah-gajah jinak dan Pusat Edukasi: Sarana pengenalan satwa dilindungi kepada generasi muda.

Secara geografis, lokasi ini berjarak sekitar 42,4 kilometer dari ibu kota Kabupaten Tebo dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam perjalanan darat. Berdasarkan data BKSDA, kawasan Bukit Tigapuluh merupakan rumah bagi kantong populasi gajah terbesar di Jambi dengan total mencapai 129 ekor gajah.

​Dengan adanya dukungan kebijakan dan perbaikan infrastruktur, kawasan konservasi ini diharapkan bertransformasi dari sekadar wilayah perlindungan satwa menjadi ikon pariwisata berbasis konservasi yang mendunia. (Red)