Djokas Siburian Inisiasi Pelatihan UMKM, Kolaborasi dengan BNN dan Disnakerkop-UKM Perkuat Ekonomi Warga
Zonabrita – Upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Jambi terus dilakukan. Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Djokas Siburian, menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi serta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disnakerkop-UKM) Kota Jambi untuk menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Makanan bagi ratusan pelaku UMKM.
Pelatihan yang dipusatkan di LKP Pinang Merah, Kecamatan Kota Baru, Senin (13/7/2026), menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, hingga 15 Juli 2026, dengan melibatkan 220 pelaku UMKM aktif dari berbagai wilayah di Kota Jambi.
Selain Djokas Siburian, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Disnakerkop-UKM Kota Jambi Ir. Meizadiarty, M.M.M., Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Asep Saepudin, S.I.K., Kepala BNN Kota Jambi Kombes Pol. Marinus M. Sitepu, S.Sos., M.Si., serta para peserta pelatihan.
Dalam kesempatan itu, Djokas Siburian menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di tengah tantangan ekonomi saat ini. Karena itu, pelatihan dinilai lebih penting dibanding sekadar memberikan bantuan tanpa pembinaan.
Menurutnya, Komisi II DPRD Kota Jambi terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM yang telah berjalan agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Kami fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat. Setelah mereka memiliki kemampuan dan usahanya berkembang, pemerintah akan mendorong dukungan berupa peralatan usaha sesuai kebutuhan. Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, tetapi alat yang benar-benar menunjang usaha mereka,” ujar Djokas.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran 2026, Komisi II telah mengalokasikan pelatihan bagi sekitar 240 pelaku UMKM. Peserta yang memenuhi kriteria nantinya akan diprioritaskan memperoleh bantuan peralatan usaha sebagai bentuk keberlanjutan program.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Asep Saepudin mengatakan, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki keterampilan dan penghasilan akan lebih kuat menghadapi berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Hari ini peserta mendapatkan pelatihan pengolahan makanan, seperti pembuatan roti dan mi. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus terhindar dari bahaya narkoba,” katanya.
Asep juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika kepada BNN ataupun aparat kepolisian.
Melalui sinergi antara DPRD Kota Jambi, Disnakerkop-UKM, dan BNN Provinsi Jambi ini, diharapkan lahir lebih banyak pelaku UMKM yang mandiri, produktif, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.(*)










