Perkuat Sinergi Ekonomi, AAUI Jambi Tegaskan Peran Vital Asuransi Umum dalam Mitigasi Risiko Bisnis
Zonabrita.com – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Acara yang berlangsung khidmat di Jambi ini menjadi panggung strategis bagi para pelaku industri keuangan dan insan media untuk menyelaraskan visi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Jambi, Amir Hamza, memberikan sorotan khusus terhadap kontribusi sektor asuransi umum. Menurutnya, Halal Bihalal tahun ini bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan titik balik refleksi atas peran industri asuransi dalam menjaga stabilitas ekonomi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Amir Hamza menegaskan bahwa industri asuransi umum berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga resiliensi bisnis, mulai dari skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga korporasi besar.
“Industri asuransi umum memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kami hadir untuk memberikan kepastian di tengah ketidakpastian, melindungi aset-aset produktif dari berbagai risiko usaha yang mungkin terjadi di Jambi,” ujar Amir saat memberikan sambutan.
Ia memaparkan bahwa denyut nadi ekonomi Jambi yang bersandar pada sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan secara langsung meningkatkan permintaan terhadap proteksi aset. Tingginya aktivitas pengangkutan komoditas dan mobilitas alat berat mendorong pertumbuhan produk asuransi kendaraan, properti, hingga asuransi pengangkutan barang (marine cargo) secara signifikan.
Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa kontribusi industri tidak hanya terukur dari pertumbuhan jumlah polis atau premi yang masuk. Indikator keberhasilan yang paling nyata adalah komitmen perusahaan asuransi dalam membayarkan klaim kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Pembayaran klaim adalah bukti nyata bahwa asuransi bukan sekadar janji di atas kertas. Saat terjadi musibah seperti kebakaran gudang, kecelakaan kerja, atau bencana alam yang merusak infrastruktur bisnis, asuransi hadir sebagai penyangga agar roda ekonomi tidak terhenti,” tambahnya dengan nada optimistis.
Meski menunjukkan tren positif, AAUI Jambi mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah tingkat literasi keuangan masyarakat. Banyak pihak masih memandang asuransi sebagai beban pengeluaran (cost) ketimbang sebagai instrumen investasi perlindungan jangka panjang.
Oleh karena itu, Amir Hamza mengajak insan media yang hadir untuk menjadi mitra strategis dalam mengedukasi publik. Kolaborasi antara FKIJK dan media diharapkan mampu melahirkan arus informasi yang transparan, edukatif, dan mampu menepis stigma negatif mengenai industri keuangan.
Menutup rangkaian acara, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Jambi bersepakat untuk terus mengedepankan prinsip inklusivitas. Sinergi yang solid antar-anggota forum diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih masif terhadap pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Jambi secara luas.
Dengan semangat kebersamaan di hari yang fitri ini, industri jasa keuangan Jambi berkomitmen untuk terus bertransformasi, berinovasi, dan tetap menjadi mitra terpercaya bagi pemerintah daerah dalam mengawal laju pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan. (Red)










