Ketua BAZNAS Jambi Apresiasi Gerakan Majelis Bahagia Bersholawat: Jalan Pengampunan Dosa dan Investasi Sosial
Zonabrita.com – Gema shalawat memenuhi lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi pada Rabu pagi (08/04/2026). Di tengah ribuan jemaah yang hadir dalam acara Tablig Akbar “Kota Jambi Bahagia” dan pengukuhan Pengurus Majelis Taklim Bahagia Bersholawat, sosok Muhammad Amin, S.KM., M.Kes. tampil memberikan pencerahan rohani.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jambi tersebut tidak hanya hadir sebagai penceramah, tetapi juga memberikan perspektif mendalam mengenai urgensi gerakan shalawat bagi keberkahan suatu daerah.
Ditemui usai menyampaikan tausiyahnya, Muhammad Amin menegaskan bahwa program yang diluncurkan oleh Wali Kota Jambi ini merupakan anugerah besar bagi masyarakat. Menurutnya, menghidupkan tradisi bershalawat adalah kunci utama menjemput keberkahan langit.
“Apa yang diluncurkan hari ini adalah jalan keberkahan. Shalawat merupakan salah satu bentuk Makrifatullizunu Bikum, yakni jalan bagi pengampunan dosa-dosa kita. Namun, ke depan kita harus memastikan bahwa kelompok-kelompok shalawat ini dibekali pemahaman tentang tata cara membaca shalawat yang benar sesuai petunjuk Rasulullah SAW,” ungkap Muhammad Amin.
Ia secara khusus mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta para ulama untuk bersinergi melakukan pendampingan. Hal ini bertujuan agar syiar shalawat yang masif ini tetap terjaga kemurniannya dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Sebagai pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi, Muhammad Amin mengungkapkan bahwa gerakan ini sangat selaras dengan program “Jambi Taqwa” yang dikelola BAZNAS. Di dalam program tersebut, terdapat menu khusus untuk syiar Al-Qur’an dan syiar shalawat yang bertujuan membangun mentalitas takwa di tengah masyarakat.
“Dari sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jambi, Kota Jambi adalah salah satu yang pertama kali melaksanakan upaya bershalawat hingga menyentuh tingkat lurah. Ini adalah kebijakan luar biasa dalam mengajak masyarakat secara serentak menghidupkan syiar,” jelasnya.
βIa meyakini bahwa dengan kebijakan Wali Kota yang progresif dan sinergi yang kuat, berbagai pengaruh negatif di tengah masyarakat perkotaan akan berkurang seiring dengan menguatnya suasana religius di setiap sudut kelurahan.
Selain membahas shalawat, Muhammad Amin juga menyoroti fungsi masjid yang harus dikembalikan seperti zaman Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari sejauh mana masjid tersebut mampu menyejahterakan umat di sekelilingnya.
β”Masjid memiliki tiga fungsi utama: fungsi ibadah, fungsi dakwah, dan fungsi sosial. Sebuah masjid dikatakan sukses jika makmumnya sukses. Termasuk jika di sekitar masjid tersebut tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan atau terjerat kemiskinan,” tegasnya.
Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an tentang “pendusta agama” bagi mereka yang tidak mempedulikan fakir miskin. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap masjid di Kota Jambi bertransformasi menjadi “Masjid Cinta Umat”.
β”Kita menginginkan masjid memiliki data asnaf yang akurat, termasuk data fakir miskin di lingkungannya. Masjid harus menjadi corong utama dalam menyalurkan bantuan dan solusi ekonomi bagi umat. Inilah esensi masjid yang sebenarnya, menjadi pusat solusi bagi persoalan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung penuh khidmat ini diakhiri dengan ikrar pengukuhan pengurus majelis taklim yang disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda Kota Jambi dan tokoh masyarakat setempat. (Red)













