Jembatani Suara Akar Rumput, Kemas Faried Alfarelly Gandeng Cek Endra dan Wali Kota Jambi di Agenda Reses

Zonabrita.com – Sebuah pemandangan yang menunjukkan soliditas kepemimpinan tersaji di Bumi Perkemahan Cadika, RT 01, Kelurahan Telanaipura, Kota Jambi, Rabu pagi. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, SE, menggelar reses yang tidak biasa. Agenda serap aspirasi ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Golkar, Drs. H. Cek Endra, dan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM.

Kehadiran dua tokoh besar ini mendampingi Kemas Faried bukan sekadar seremoni dukungan politik, melainkan bentuk nyata kolaborasi lintas tingkat pemerintahan mulai dari pusat, daerah, hingga legislatif kota untuk memastikan pembangunan Jambi berjalan tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Kemas Faried Alfarelly memberikan sorotan khusus pada kemajuan pembangunan di Kota Jambi yang menurutnya merupakan buah manis dari harmonisasi antara DPRD dan Pemerintah Kota. Ia menegaskan bahwa tanpa sinergi yang sehat, program-program pro-rakyat akan sulit terealisasi dengan cepat.

“Apa yang kita lihat hari ini di Kota Jambi, mulai dari infrastruktur yang kian membaik hingga program pemberdayaan ekonomi, adalah hasil dari hubungan yang konstruktif antara legislatif dan eksekutif. Kami di DPRD tidak hanya mengawasi, tapi aktif mendorong agar anggaran yang ada benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata,” ujar Faried dengan penuh semangat.

Faried menambahkan bahwa keberhasilan Program Kampung Bahagia dan pembangunan fasilitas publik di tingkat RT adalah bukti nyata bahwa ketika DPRD dan Pemerintah Kota sejalan, masyarakatlah yang paling diuntungkan. “Sinergi ini bukan sekadar kata-kata di atas kertas, tapi kerja nyata di lapangan yang dampaknya langsung dirasakan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian konkret di tengah dinamika ekonomi, Kemas Faried juga merangkaikan agenda reses ini dengan penyerahan bantuan sosial sebanyak 400 paket sembako kepada warga Telanaipura, sebuah langkah yang disebutnya sebagai jaring pengaman sosial di tingkat akar rumput.

Dikesempatan itu, Drs. H. Cek Endra, yang hadir sebagai perwakilan dari Parlemen Pusat, memberikan narasi motivasi yang mendalam. Ia mengakui bahwa saat ini negara sedang dalam fase efisiensi anggaran, namun hal tersebut tidak boleh menyurutkan semangat membangun daerah. Ia sangat mengapresiasi keberanian Wali Kota Jambi dan Ketua DPRD dalam mendorong percepatan pembangunan lingkungan melalui skema yang inovatif.

“Saya sangat mengapresiasi sinergi yang dibangun oleh Wali Kota Maulana dan Ketua DPRD Kemas Faried. Program Kampung Bahagia adalah contoh brilian bagaimana anggaran digunakan secara tepat guna dan sasaran. Dengan anggaran yang langsung menyentuh lingkungan RT, pembangunan menjadi lebih merata dan tepat kebutuhan,” puji mantan Bupati Sarolangun tersebut.

​Cek Endra juga memaparkan bahwa dirinya di pusat sedang menggencarkan perhatian pada Program Jaringan Gas (Jargas) dan pengelolaan sampah. Ia mencatat adanya tren peningkatan volume sampah di Kota Jambi yang memerlukan dukungan teknologi dan kebijakan dari pusat agar tidak menjadi beban lingkungan di masa depan.

Menanggapi isu geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran kelangkaan BBM, Cek Endra meminta warga tidak panik. “Indonesia cukup beruntung karena memiliki cadangan energi dan kebijakan efisiensi yang terukur. Presiden dipastikan akan mengambil kebijakan yang tepat agar harga energi tidak melonjak drastis seperti yang terjadi di banyak negara lain yang kenaikannya mencapai 70%,” jelasnya menenangkan warga.

Sementara, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Kemas Faried yang berhasil menghadirkan tokoh nasional di tengah warga. Baginya, reses ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan dukungan dari pusat.

Maulana memaparkan bahwa Program Kampung Bahagia dengan alokasi 100 Juta per RT akan terus diakselerasi. “Tahun 2026 ini, sebanyak 1.583 RT akan menjalankan program ini secara penuh. Kami membaginya dalam dua tahap: 800 RT pada Januari-Juni, dan sisanya pada Juli-Desember. Semua pengerjaannya berbasis rembuk warga dan gotong royong, memastikan bahwa kebutuhan lingkungan benar-benar terelisasi sesuai usulan warga sendiri,” terang Maulana.

Kehadiran Dirut Perumda Tirta Mayang dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam acara ini menunjukkan bahwa pemerintah kota siap mengeksekusi setiap temuan yang muncul selama masa reses.

Menutup rangkaian acara yang berlangsung khidmat di Telanaipura tersebut, Kemas Faried Alfarelly menegaskan bahwa tugasnya belum selesai setelah acara seremonial berakhir. Ia berkomitmen untuk langsung membawa aspirasi warga ke meja kerja pemerintah.

​”Terima kasih atas kehadiran Pak Cek Endra dan Pak Wali Kota. Kehadiran beliau-beliau ini adalah suntikan energi bagi kami. Terkait aspirasi yang masuk hari ini, saya bersama para OPD yang hadir akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan kroscek dan mencarikan solusi teknis secepatnya,” tegas Ketua DPRD yang dikenal komunikatif ini.

Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga secara langsung menyampaikan berbagai keluhan mulai dari perbaikan drainase hingga penerangan jalan, yang semuanya dicatat secara rinci oleh tim reses Kemas Faried untuk ditindaklanjuti dalam agenda kerja DPRD selanjutnya. (Red)