Investasi Saham di Jambi Tembus Rp3,3 Triliun, Antusiasme Investor Muda Kian Tak Terbendung

Zonabrita.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Provinsi Jambi mencatatkan rapor hijau pada awal tahun 2026. Di tengah fluktuasi pasar modal nasional yang dinamis, minat masyarakat Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah untuk menanamkan modal di instrumen saham dan efek lainnya justru menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026, nilai aset atau kapitalisasi pasar investor di Provinsi Jambi telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp3,3 triliun. Angka ini mencakup akumulasi portofolio dari berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, Exchange Traded Fund (ETF), reksa dana, hingga obligasi. Menariknya, instrumen obligasi masih memegang porsi yang cukup dominan dalam komposisi aset masyarakat Jambi tahun ini.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Provinsi Jambi, Rena Novita, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebenarnya sedang mengalami koreksi tipis.

“Meskipun IHSG mengalami koreksi sekitar 1 persen ke level 7.091, hal tersebut tidak menyurutkan langkah masyarakat Jambi untuk tetap masuk ke pasar modal. Kondisi indeks memang menjadi cermin dinamika ekonomi, sosial, dan politik nasional, namun kepercayaan investor lokal di daerah tetap terjaga dengan baik,” ujar Reina dalam keterangan resminya.

Optimisme pasar di Jambi kian terlihat jelas dari meledaknya jumlah pemegang rekening efek baru. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, yakni Januari hingga Februari 2026, BEI Jambi mencatat penambahan sebanyak 36.480 investor baru. Lonjakan ini membawa total warga ber-KTP Jambi yang terdaftar sebagai investor pasar modal mencapai angka 239.609 orang.

Pertumbuhan kuantitas ini juga diikuti dengan kualitas aktivitas transaksi yang sehat. BEI mencatat rata-rata 8.126 investor aktif melakukan login dan mengeksekusi transaksi melalui berbagai aplikasi sekuritas setiap bulannya. Hal ini menunjukkan bahwa investasi bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat Jambi.

Rena menegaskan bahwa capaian impresif ini merupakan buah manis dari konsistensi edukasi yang dilakukan secara masif. BEI Jambi terus menggempur pasar dengan sosialisasi, baik melalui tatap muka langsung di galeri investasi maupun kampanye digital yang menyasar generasi milenial dan Gen Z.

Dalam menjaga ekosistem investasi yang sehat, BEI tidak bergerak sendirian. Pihaknya memperkuat sinergi melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini juga melibatkan raksasa perbankan seperti BNI, BCA, dan Mandiri untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang akurat.

“Fokus utama kami bersama mitra perbankan dan OJK adalah meningkatkan literasi dan inklusi. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sekadar ikut-ikutan, tetapi paham cara berinvestasi yang aman, legal, dan logis guna menghindari jeratan investasi bodong yang merugikan,” tambah Rena, Kamis (2/4).

Dengan fondasi investor yang kian kuat, BEI Provinsi Jambi optimistis sektor pasar modal akan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian daerah. Ke depan, pasar modal diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi melalui pengelolaan keuangan yang lebih produktif dan terukur. (Red)